Bantuan Australian-Indonesian Institute melalui Curtin University dan FMIPA Universitas Negeri Jakarta pada Workshop Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) Tahap Kedua, 6-8 Februari 2017

Bantuan Australian-Indonesian Institute melalui Curtin University dan FMIPA Universitas Negeri Jakarta pada Workshop Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) Tahap Kedua, 6-8 Februari 2017

Bantuan Australian-Indonesian Institute melalui Curtin University dan FMIPA Universitas Negeri Jakarta pada Workshop Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) Tahap Kedua, 6-8 Februari 2017

 

Rabu, 8 Februari 2017. School of Education, Curtin University, Perth, Australia menerima bantuan dari Australian Indonesian Institute untuk mengembangkan kemampuan calon guru, Guru, dan siswa Sekolah Dasar dalam bidang Matematika dan IPA di Indonesia dan memperkuat hubungan Indonesia Australia, khususnya di bidang Pendidikan MIPA. Tim Curtin University yang terdiri dari Dr. Rachel Sheffield dan A/Prof. Nicoleta Maynard bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ)  mengadakan kegiatan Workshop Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) yang bertemakan “Developing and Improving The Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Education Skills of Indonesian Teachers and Pre-service Teachers” untuk mahasiswa calon guru di FMIPA Universitas Negeri Jakarta dan siswa SD Rawa Badak Utara 11,13,15 dan 17, Koja, Jakarta Utara.

image002

Figure 1. Dr. Rachel Sheffield sedang memberikan materi tentang STEM dalam Catapult (ketapel)

 

Acara Workshop berlangsung dari tanggal 6-8 Februari 2017 ini merupakan tahap kedua dari kegiatan workshop sebelumnya pada tanggal 12-14 Oktober 2016. Tim Curtin University disambut oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Dr. Achmad Ridwan, M.Si. sebelum kegiatan workshop berlangsung. Dr. Achmad Ridwan menyambut baik kegiatan kerjasama ini dan berharap memberikan dampak signifikan bagi kompetensi calon guru MIPA UNJ dan pengembangan kerja sama internasional UNJ ke depan. Kegiatan workshop untuk mahasiswa calon guru pada tanggal 6 Februari 2017 berlangsung di Gedung Dewi Sartika lantai 5, Universitas Negeri Jakarta dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00-12.00dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh Dekan FMIPA UNJ, Prof. Suyono,  Wakil Dekan I FMIPA UNJ, Dr. Muktiningsih Nurjayadi, M.Si,  Wakil Dekan II, Dr. Pinta Deniyanti, dan Koordinator Program Studi Kimia, Dr. Yusmaniar. Prof. Suyono menyampaikan sambutannya  dengan harapan kegiatan berjalan dengan lancar dan dapat memberikan pengalaman dan pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru MIPA. Beliau menyampaikan terima kasih atas bantuan pihak Curtin University dan berbagai pihak,sehingga kegiatan dapat dilaksanakan. Selanjutnya penyerahan cenderamata oleh Prof. Suyono, M.Si., dan  Dr. Muktiningsih Nurjayadi, M.Si.

image003

Figure 2. Foto bersama setelah STEM Workshop di UNJ

 

Acara Workshop STEMdihadiri oleh Tim Curtin University, Tim Panitia FMIPA UNJ, 12 orang perwakilan guru SD Rawa Badak Utara 11,13,15,17, dan 40 mahasiswa pendidikan FMIPA. Sesipertama, workshop STEM proyekpadapembuatan Catapult, sedangkansesikedua denga pebuatan pipeline. Kegiatan workshop untukmahasiswadan guru iniberakhirpadapukul 15.00. Pada tanggal 7-8 Februari, mahasiswa calon guru FMIPA UNJ mengimplementasikan workshop yang diberikan di sekolah dengan melakukan pembelajaran berbasis STEM  kepada siswa SD kelas 5 dan 6 SDN Rawa Badak Utara 11,13,15, dan 17 melalui proyek pembuatan Catapult dan Pipeline.

image004

Figure 3. Fotobersama Tim Curtin University, Universitas Negeri  Jakarta, dan SDN Rawa Badak 11, 13, 15, 17 serta pengawas sekolah

 

Catapult dan Pipelinemerupakan salah satukegiatanproyek denganmengintegrasikan IPA, teknologi, dan matematika melaluikonsep energi kinetik, gerak parabola, elastisitas, dengan integrase matematika dan teknologi di dalamnya. Pendekatan workshop ini dilakukan melalui pendekatan inkuiri dan berbasis proyek, sehingga calon guru MIPA terlatih untuk melakukan pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk menemukan sesuatu, bertanya, observasi, menganalisis dan mengkomunikasikan proses sainstifik dan matematika yang ditemukan oleh siswa.

image005

 

 

 

Figure 4. Siswa sangat antusias membuat pipeline berdasarkan disain mereka sendiri

 

Pendekatan pembelajaran yang berbasis Science, Technology, Engineeringand Math (STEM) menggunakan konsep integrasi disiplin ilmu yang membantu siswa memahami aplikasi ilmu yang dipelajari di sekolah. Pada workshop ini, calon guru MIPA FMIPA UNJ, mengembangkan kompetensi sebagai calon guru dalam melaksanakan pembelajaran MIPA berbasis inkuiri yang sejalan dengan implementasi Kurikukulum 2013. Implementasi STEM diikuti dengan pembelajaran aktif dan berbasis pemecahan masalah sehingga siswa dididik untuk berpikir kritis, analitis, dan fokus kepada penyelesaian masalah.Kegiatan ini selanjutnya akan dilaksanakan kembali pada bulan Februari 2017 dengan pembuatan model terintegrasi STEM yang lain bersama calon guru dan siswa yang sama. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi calon guru MIPA dan siswa di Indonesia, khususnya di bidang pembelajaran MIPA.