Sharing Praktik Keterampilan Mengajar 2018

WhatsApp Image -el

Jakarta — Senin (23/7). Sebagai pembekalan mahasiswa dalam menghadapi Praktik Keterampilan Mengajar (PKM), Program Studi Pendidikan Kimia dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Prodi Pendidikan Kimia mengadakan Sharing Praktik Keterampilan Mengajar (SPKM) diĀ  Gedung KH. Hasyim Asy’arie 303 & 304, Kampus A UNJ. Dengan tema “Sukses Menjadi Guru di Abad 21″. Acara ini dihadiri oleh 76 mahasiswa Pendidikan Kimia UNJ semester 6 dan 8 orang guru pamong dari berbagai sekolah di Jakarta.

Acara dibuka dengan pembacaan Al-quran oleh Fajar (Pendidikan Kimia UNJ 2017) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian sambutan oleh Dr. Maria Paristiowati, M. Si. selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia sekaligus menjadi moderator pada sesi materi. Kegiatan ini menghadirkan Drs. Jaenudin, M. Si. (Ketua MGMP DKI Jakarta) dan Dr. Sukro Muhab, M. Si. (dosen Kimia dan Pascasarjana UNJ) sebagai pembicara.

Dalam kesempatannya, Drs. Jaenudin, M. Si. menyampaikan pengalamannya selama menjadi seorang guru. “Guru perlu merespon secara positif terhadap apa yang mereka (siswa) sampaikan,” ujar beliau. “Sebagai guru pun kita perlu memahami kerangka berpikir kimia secara mendasar dan menjadi pembelajar yang cepat. Tidak membiarkan siswa kebingunganā€. Pak Jaenudin menekankan pada partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Pada sesi tanya-jawab, salah satu peserta, Rifqi, bertanya tentang bagaimana membuat guru tidak terkesan asing bagi siswa. Menurut beliau, menjalin kedekatan antara guru dengan siswa sangat perlu dilakukan agar menunjang tersampaikannya materi secara optimal.

IMG_2831 -el

Pada sesi kedua, Dr. Sukro Muhab, M. Si. menyampaikan materi tentang “Pengembangan Pembelajaran Kimia Berbasis HOTS dan Literasi”. Dalam paparannya, beliau menekankan agar para siswa untuk memiliki dan dibekali kemampuan literasi yang baik. Bukan sekadar hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan berpikir dari apa yang ditangkap oleh indera. Menurutnya, pembelajaran kimia di sekolah terlalu terpatok pada pembekalan mengerjakan soal. Hal ini membuat kemampuan siswa dalam bernalar kurang terasah. Sangat disayangkan, padahal, menurutnya, kimia dalam kehidupan amat sangat luas kaitannya. “Kimia banyak mengambil peran dalam kehidupan,” ujar dosen yang memiliki sifat humoris tersebut. Sangat disayangkan apabila mempelajari kimia hanya tertuju pada pembahasan soal.

Di akhir acara dilanjutkan dengan sesi sharing pengalaman dari mahasiswa Pendidikan Kimia semester 8 kepada mahasiswa Pendidikan Kimia semester 6. Sharing dilakukan dengan membentuk kelompok kecil dan tanya-jawab.

Bu Maria berpesan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kegiatan PKM. “Jadikan momen ini (PKM) sebagai wadah untuk mengasah keterampilan menghadapi siswa yang sesungguhnya,” pesannya. [RH]