Bapak Urip, Blogger Kimia Asal Palangkaraya Berbagi Motivasi dalam SPKM Pendidikan Kimia 2019

Jakarta (18/7) — Menjelang persiapan Praktik Keterampilan Mengajar (PKM) bagi mahasiswa angkatan 2016, Program Studi Pendidikan Kimia bersama BEMP Pendidikan Kimia 2018-2019 menyelenggarakan acara Sharing Praktik Keterampilan Mengajar (SPKM) 2019 sebagai upaya pembekalan dan persiapan yang berkaitan dengan hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh seorang calon guru di era millenial saat ini.

Acara rutin tahunan kali ini digelar di ruang sidang lantai 6 gedung KH. Hasyim Asy’arie dan diikuti oleh kurang lebih 80 mahasiswa, 30 guru pamong, dan 26 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) serta dosen-dosen kimia UNJ. Acara dipandu oleh Saudara Rasyid dan Saudari Alif sebagai MC yang kemudian dimulai dengan pembacaan tilawah oleh saudara Zia Ur Rahman dan dilanjutkan sambutan oleh Dr. Maria Paristiowati, M.Si selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada guru pamong sebagai perwakilan sekolah untuk menitipkan mahasiswa pendidikan kimia agar dibimbing dan menjadikan sekolah sebagai kawah candradimuka, sehingga calon-calon guru mempunyai pengalaman nyata dan siap untuk terjun di lapangan ketika lulus nanti.

Pemberian sambutan oleh Ibu Dr. Maria Paristiowati, M.Si selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia

Tema kegiatan yang diangkat pada SPKM 2019 adalah “Kiat Mengajar Siswa Millenial di Era Disrupsi”. Kegiatan sharing dengan Bapak Urip, S.Pd, M.Sc dimoderatori oleh dosen kimia anorganik, Dr. Arif Rahman, M.Sc. Materi-materi yang disampaikan oleh beliau begitu membuat mahasiswa menjadi melek dunia digital, terutama di zaman yang semakin canggih dan serba ada dengan melakukan pencarian melalui gawai. Beliau juga menawarkan rumus dalam kehidupan yakni melalui minat atau rasa ingin tahu kemudian dilanjutkan dengan pengulangan, keterampilan dan keuletan, seseorang dapat menguasai suatu bidang dengan mahir.

Tidak hanya motivasi saja, beliau juga berbagi keahlian luar biasa yang didapatkannya secara otodidak, yaitu mengenai pemrograman dan koding. Beliau menunjukkan bagaimana memprogram kalkulator kimia dalam webnya, autocorrect kimia di dalam MS. Word dan juga aplikasi pendukung pembelajaran lainnya.

Sharing ilmu bermanfaat oleh Bapak Urip

Setelah sharing ilmu-ilmu bermanfaat, kesempatan selanjutnya adalah sesi tanya jawab untuk kalangan guru pamong dan mahasiswa. Pada sesi ini terdapat 6 penanya, dua di antaranya adalah guru pamong. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diringkas menjadi suatu benang merah, yaitu Bapak Urip menyampaikan bahwa sebagai seorang calon guru di era millenial harus siap menghadapi peserta didik dan harus melakukan strategi khusus agar peserta didik lebih terarah dan tidak tersesat oleh media digital saat proses pembelajaran.  Menuju penghujung acara, beliau juga memberikan tips kepada mahasiswa calon guru untuk terus meningkatkan kemampuan diri dengan prinsip mencoba, mencoba dan mencoba. Sebagai seorang guru sekaligus blogger yang telah banyak makan asam garam kehidupan, beliau juga menegaskan bahwa kita tidak perlu menguasai banyak media secara dasar, tapi kita bisa kuasai suatu media secara dalam agar hasil yang didapatkan pun maksimal.

Sebagai penutup, Bapak Urip menggelorakan semangat kepada seluruh mahasiswa untuk tidak terus takut dan terus menggali potensi diri, karena kita perlu belajar dan melalui belajar kita akan mendapat manfaat. Tak lupa, beliau juga mengingatkan bahwa jika kita sudah memiliki niat untuk melakukan sesuatu, maka mulailah dan lanjutkanlah.

Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB yang kemudian dilanjutkan penyerahan plakat oleh Bu Maria kepada Bapak Urip dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh mahasiswa, guru pamong, dosen, dan pembicara. (Dian Fitriani)

Penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi Pendidikan Kimia kepada Bapak Urip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *