Top Menu
Menu

Melalui Menulis, Kita Ikat Ilmu dan Kita Pahat Peradaban

0 Comments

Untitled

Agenda pertama Prodi Pendidikan Kimia UNJ pada tahun 2019 diawali dengan Studium Generale yang dihadiri sekitar 200 mahasiswa S1 Pendidikan Kimia, S1 Kimia, dan mahasiswa PPG. Bertempat di Aula Brigjen Latif Hendradiningrat, Gedung Dewi Sartika lantai 2, tema kegiatan yang diangkat adalah “Melalui Menulis, Kita Ikat Ilmu dan Kita Pahat Peradaban”.

Studium Generale kali ini menghadirkan Mohammad Ihsan, S.Pd. sebagai pembicara. Beliau adalah seorang pejuang literasi di kalangan guru yang terkenal dengan gagasannya “Satu Guru Satu Buku” (Sagusabu) bersama MediaGuru.id, sebuah wadah bagi guru di Indonesia dalam bidang literasi yang digagasnya pula.

Di awal perjalanan kariernya, Pak Ihsan menceritakan bahwa dirinya tidak langsung menceburkan diri pada dunia literasi. Beliau merintis dunia bisnis sebelum akhirnya membangun perlahan MediaGuru tahun 2016. Lewat inovasinya, MediaGuru telah berhasil membuat ratusan guru berani menelurkan karya emasnya berupa buku lewat program Sagusabu. “Sejak ada MediaGuru, mendadak bermunculan guru-guru penulis baru, seperti jatuhnya butiran salju dari langit,” begitu ujarnya.

Pak Ihsan menyampaikan permasalahan mengapa guru atau siswa tidak menulis. Beliau menyimpulkan dua alasan yang seringkali dikemukakan: 1) Belum menemukan alasan menulis dan 2) Tidak tahu bagaimana cara menulis. Menurut Pak Ihsan, alasan yang harus segera dituntaskan adalah alasan pertama, yaitu dengan menemukan alasan menulis. Beliau memaparkan ada beragam alasan manfaat menulis, mulai dari menambah pemasukan, berbagi inspirasi, hingga terapi.

“Alasan lebih penting daripada cara. Temukan alasan kuat mengapa saya harus menulis,” ujarnya memotivasi peserta. Tambahnya, cara bagaimana menulis lebih mudah dipelajari dari banyak sumber. Ide tulisan juga bisa bermunculan dari mana saja.

Pemaparan materi tentang menulis oleh Bapak Mohammad Ihsan, S.Pd
Pemaparan materi tentang menulis oleh Bapak Mohammad Ihsan, S.Pd

Di pengujung materi, Pak Ihsan menampilkan beberapa judul buku sambil menceritakan latar belakangnya. Ada guru yang sudah menginjak usia senja berhasil menuliskan buku, kepala sekolah yang menceritakan kisahnya memimpin sekolah, dan seorang guru fisika yang dimotivasi untuk menuliskan pengalamannya mengembangkan media pembelajaran dari bahan tidak terpakai, dll.

Pak Ihsan meyakinkan peserta bahwa setiap orang bisa menulis dan menulis bisa dilakukan dengan semudah mengetik di laptop atau komputer, lalu disimpan dan dilakukan berulang-ulang. Dalam proses menulis, bagi Pak Ihsan yang terpenting adalah bagaimana menjaga integritas seorang penulis dalam menghasilkan karyanya.

Sebagai penjelasan mengenai kelas pelatihan menulis MediaGuru, Pak Ihsan menjelaskan bahwa pelatihan lebih banyak dilakukan dengan praktik menulis langsung. Oleh sebab itu, peserta harus membawa komputer untuk menuliskan karyanya. Di sana ditumpahkan semua gagasan peserta untuk menjadi sebuah naskah. Selanjutnya adalah pembedahan naskah berupa koreksi dan revisi. Kemudian konsultasi via internet. Di akhir tahap pelatihan, tulisan yang layak dibantu dalam publikasi.

Penyerahan kenang-kenangan yang diwakilkan oleh Dr. Darsef, M.Si kepada Mohammad Ihsan, S.Pd
Penyerahan kenang-kenangan yang diwakilkan oleh Dr. Darsef, M.Si kepada Mohammad Ihsan, S.Pd

Dr. Maria Paristiowati, M. Si. selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia UNJ memiliki harapan besar pada mahasiswa. “Setelah mengikuti Studium Generale kali ini, harapannya mahasiswa akan bertambah wawasannya tentang pentingnya menulis dan manfaatnya dalam menyebar ilmu, berbagi informasi kepada orang lain dan lingkungan yang lebih luas. Pada akhirnya mahasiswa akan termotivasi untuk mulai menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan.” [Robby Haryanto]

Sesi foto bersama dengan Bapak Mohammad Ihsan, S.Pd
Sesi foto bersama dengan Bapak Mohammad Ihsan, S.Pd