{"id":2120,"date":"2022-03-02T06:34:37","date_gmt":"2022-03-02T06:34:37","guid":{"rendered":"http:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/?p=2120"},"modified":"2022-03-02T06:34:37","modified_gmt":"2022-03-02T06:34:37","slug":"dua-dosen-kimia-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-tetap-unj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/2022\/berita\/dua-dosen-kimia-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-tetap-unj\/","title":{"rendered":"Dua Dosen Kimia Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UNJ"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">UNJ kembali mengadakan pengukuhan guru besar tetap yang ke-6 pada Kamis, 7 Oktober 2021 waktu setempat. Pengukuhan dilaksanakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika. Terdapat tiga dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap UNJ. Adapun dua dari tiga dosen tersebut merupakan dosen dari rumpun ilmu kimia, yakni Prof. Dr. Ucu Cahyana, M.Si di bidang ilmu manajemen pembelajaran kimia dan Prof. Dr. Muktiningsih, M.Si di bidang biokimia.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam pengukuhan tersebut Prof. Dr. Ucu Cahyana, M.Si menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul \u201cIntegrasi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Framework<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> Pedagogi pada Mobile Learning dalam Manajemen Pembelajaran: Alternatif Meningkatkan Literasi Sains\u201d. Hasil PISA Indonesia yang jauh di bawah rata-rata negara lainnya yang turut serta dalam PISA menjadi topik utama dalam judul tersebut.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Capaian literasi sains merupakan salah satu faktor yang diujikan dalam PISA. \u201cCapaian literasi sains di Indonesia masih rendah. Dapat kita lihat negara-negara yang memiliki capaian literasi sains tinggi merupakan negara-negara yang memiliki daya kreatif dan inovasi tinggi. Oleh sebab itu literasi sains sangat berpengaruh pada perkembangan inovasi\u201d ujarnya. Selain itu, tata kelola dalam pembelajaran, guru yang belum memahami konsep literasi sains, kemandirian siswa, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai turut serta memengaruhi proses tercapainya literasi sains dalam kegiatan belajar.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Berdasarkan penelitian-penelitian mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran yang dilaksanakannya, terlihat satu hal yang sangat cepat meluas adalah teknologi. Seperti penelitian yang dilakukan di daerah 3T, ditemukan sebagian besar siswa sudah menggunakan teknologi berupa <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">handphone<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Namun, tenaga pendidik sangat terbatas dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di daerah tersebut khususnya tenaga pendidik kimia. Oleh karena itu, teknologi digital seperti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">mobile learning<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> sangat membantu siswa belajar di dalam keterbatasan tenaga pendidik yang tidak setiap hari dapat mengajar. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Mobile learning<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang dirancang memiliki karakteristik yang disesuaikan dengan capaian literasi sains. Apabila <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">mobile learning<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> tersebut terintegrasi dalam tata kelola manajmen yang baik akan menjadi alternatif dalam meningkatkan literasi sains di Indonesia.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selanjutnya adalah Prof. Dr. Muktiningsih, M.Si yang memaparkan orasi ilmiahnya dengan judul \u201cPotensi Kit Pendeteksi Bakteri Penyebab Keracunan Pangan dalam Memperkuat Kemandirian Bangsa\u201d. Hal yang melatarbelakangi orasi tersebut adalah masalah keamanan pangan terutama keracunan makanan yang sangat luas penyebarannya dan meningkat setiap tahunnya. Makanan olahan maupun makanan mentah sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode deteksi yang akurat, sensitifitas, spesifitas, cepat, mudah, dan efisien.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebagai bentuk memperkuat kemandirian bangsa pada bidang keamanan pangan, tim Salmonella UNJ di bawah bimbingan Prof. Dr. Muktiningsih, M.Si berhasil mengembangkan 8 (delapan) kit pendeteksi bakteri penyebab keracunan pangan berbasis asam nukleat dalam bentuk Master Diagnostik yang dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">foodborne pathogen<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> baik dari biakan murni maupun pangan menggunakan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">metode Real Time Polymerase Chain Reaction<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (RT-PCR).\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bakteri yang sering ditemukan sebagai penyebab sakit, dan kematian diantaranya adalah bakteri <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Salmonella enterica spesies, Shigella spesies, Campylobacter, Staphylococcus aureus, Vibrio species, Clostridium perfringens, Listeria monocytogenes, Toxoplasma gandii<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Escherichia coli. <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">Kasus keracunan makanan lebih sering terjadi di negara berkembang karena tingkat sanitasi, kebersihan, fasilitas, dan pengetahuan yang kurang.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Metode deteksi yang dikembangkan oleh tim Salmonella UNJ berbasis <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Nucleic acid-based methods<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (genomik), yaitu metode deteksi yang memanfaatkan proses hibridisasi template dengan primer atau untai pendek nukleotida sebagai pasangannya menggunakan Teknik <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Real time Polymerase Chain Reaction (Real-Time PCR)<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Berdasarkan metode tersebut, berhasil dikembangkan produk berupa Prototype Kit Deteksi bakteri <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">S. typhi<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang telah terdaftar dalam inkubator Bisnis LPPM UNJ serta memiliki publikasi dan paten. \u201cDiharapkan dengan publikasi dan paten ini dapat berkontribusi dalam pencapaian Rencana Strategi Universitas Negeri Jakarta dan penguatan bidang Sains, dan teknologi terutama pada bidang Bioteknologi. Sedangkan secara keilmuan hasil ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan model deteksi bakteri pathogen penyebab keracunan pangan yang bersifat sensitif, spesifik, cepat dan akurat, memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas hidup, penanganan kasus forensik, serta implementasi hasil temuan baik untuk Lembaga Mitra maupun masyarakat luas.\u201d ujarnya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNJ kembali mengadakan pengukuhan guru besar tetap yang ke-6 pada Kamis, 7 Oktober 2021 waktu setempat. Pengukuhan dilaksanakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika. Terdapat tiga dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap UNJ. Adapun dua dari tiga dosen tersebut merupakan dosen dari rumpun ilmu kimia, yakni Prof. Dr. Ucu Cahyana, M.Si di bidang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2121,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,11,18],"tags":[],"class_list":["post-2120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-akademik","category-populer"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",1096,617,false],"landscape":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",1096,617,false],"portraits":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",1096,617,false],"thumbnail":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",150,84,false],"medium":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",300,169,false],"large":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",771,434,false],"1536x1536":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",1096,617,false],"2048x2048":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",1096,617,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",18,10,false],"university-hub-thumb":["https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/cats.jpg",400,225,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Magister Pend Kimia","author_link":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/author\/edith\/"},"rttpg_comment":1,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/category\/berita-akademik\/\" rel=\"category tag\">Berita Akademik<\/a> <a href=\"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/category\/populer\/\" rel=\"category tag\">Populer<\/a>","rttpg_excerpt":"UNJ kembali mengadakan pengukuhan guru besar tetap yang ke-6 pada Kamis, 7 Oktober 2021 waktu setempat. Pengukuhan dilaksanakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika. Terdapat tiga dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap UNJ. Adapun dua dari tiga dosen tersebut merupakan dosen dari rumpun ilmu kimia, yakni Prof. Dr. Ucu Cahyana, M.Si di bidang&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2122,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120\/revisions\/2122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.unj.ac.id\/s2pendkimia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}