Jakarta, 18 Mei 2026 — Universitas Negeri Jakarta menggelar Sidang Terbuka dalam rangka Pembukaan Dies Natalis ke-62 di Aula Latief UNJ pada Senin (18/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis UNJ tahun 2026 yang mengusung tema “UNJ Berdampak dan Bereputasi Global”, dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta bertindak sebagai host penyelenggaraan tahun ini.
Sidang terbuka dihadiri oleh pimpinan universitas, anggota senat akademik, guru besar, sivitas akademika, mitra perguruan tinggi, serta tamu undangan dari berbagai instansi. Acara juga menghadirkan Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. sebagai pembicara orasi ilmiah. Sambutan sekaligus laporan rektor disampaikan oleh Prof. Dr. Ifan Iskandar, M.Hum mewakili Rektor UNJ. Dalam pidatonya disampaikan bahwa tema Dies Natalis tahun ini mencerminkan komitmen UNJ untuk terus memperkuat kontribusi melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
UNJ juga memaparkan sejumlah capaian institusi selama tahun 2025–2026. Pada bidang akademik, jumlah pendaftar mahasiswa baru meningkat 41,23 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, sebanyak 50 program studi telah terakreditasi internasional dan 63 program studi memperoleh predikat Unggul. Di bidang sumber daya dan tata kelola, UNJ memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025 dan nilai “AA” untuk SAKIP UNJ. Jumlah guru besar juga bertambah menjadi 139 orang. Sementara itu, pada bidang riset dan reputasi internasional, UNJ mencatat berbagai capaian pemeringkatan seperti QS Asia University Rankings, Times Higher Education World University Rankings, UI GreenMetric, dan Webometrics.
Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Ketenagakerjaan RI menyoroti perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI). Ia menjelaskan bahwa transformasi tersebut memunculkan tantangan baru sekaligus peluang kerja baru di masa depan. Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 170 juta pekerjaan baru diperkirakan akan tercipta pada tahun 2030, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap reskilling dan upskilling tenaga kerja menjadi semakin penting.
Selain keterampilan teknis dan digital, Yassierli juga menekankan pentingnya human skills seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, adaptabilitas, kepemimpinan, dan continuous learning sebagai kompetensi utama tenaga kerja masa depan. Ia turut menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri melalui penguatan kompetensi, kolaborasi dengan dunia kerja, serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan inovasi.
Kegiatan sidang terbuka ini menjadi pembuka rangkaian Dies Natalis ke-62 UNJ yang akan dilanjutkan dengan berbagai agenda akademik, riset, sosial, dan kebersamaan di lingkungan universitas.
Sebagai informasi, Universitas Negeri Jakarta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tenaga kependidikan di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan tenaga pendidik di berbagai jenjang pendidikan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah mendirikan berbagai lembaga pendidikan guru. Universitas Negeri Jakarta sebagai sebuah universitas diresmikan pada 4 Agustus 1999, namun hari jadi Universitas Negeri Jakarta ditetapkan sama dengan hari jadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta yang merupakan cikal bakal Universitas Negeri Jakarta yaitu pada tanggal 16 Mei 1964.
Hingga kini, UNJ terus melanjutkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung kemajuan sumber daya manusia Indonesia.











