Jakarta, 8 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ bekerja sama dengan SMP Labschool Jakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Zero Waste dengan Mikroba dan Black Soldier Fly (BSF)”. Kegiatan yang diikuti oleh murid kelas VII ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah organik sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan ini juga mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi akademik antara FMIPA UNJ dan SMP Labschool Jakarta yang melibatkan dosen, guru, dan mahasiswa. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Dalia Sukmawati, M.Si., kegiatan didukung oleh Firdias Astia Safitri, S.Pd., mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Biologi FMIPA UNJ yang juga merupakan guru IPA SMP Labschool Jakarta, bersama Qairinasherin Qwine Ferendi S.Pd. dari Program Studi Magister Pendidikan Biologi FMIPA UNJ. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Sarjana Biologi FMIPA UNJ, yaitu Karina, Hassanah Eka Putri Shinta Dewi Asih, Roro Anggraini, dan Lidia Lolita Gultom. Seluruh tim berperan aktif dalam mempersiapkan kegiatan, memandu pos-pos edukasi, serta mendampingi murid selama proses pembelajaran berlangsung.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal murid terkait pengelolaan sampah, mikroba, dan Black Soldier Fly. Selanjutnya, murid mendapatkan materi pengantar mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan serta peran mikroba dan BSF dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Melalui sesi ini, murid diajak memahami bahwa pengelolaan sampah yang tepat merupakan salah satu upaya nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Setelah sesi pengantar, murid diajak mengikuti petualangan belajar melalui tiga pos edukatif yang telah disiapkan. Pada Pos 1, murid mempelajari cara memilah sampah sesuai jenisnya serta pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang efektif. Di Pos 2, murid mengenal daur hidup Black Soldier Fly dan memahami peran mikroba dalam proses penguraian bahan organik. Sementara itu, di Pos 3, murid diperkenalkan dengan kandang BSF berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kondisi budidaya secara lebih optimal melalui teknologi digital.
Melalui setiap pos, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga berkesempatan melakukan observasi langsung, berdiskusi, dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses pengolahan sampah organik. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Murid tampak gembira mengikuti setiap rangkaian kegiatan dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap teknologi serta pemanfaatan organisme hidup dalam pengelolaan lingkungan. Pengalaman belajar yang kontekstual ini memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami keterkaitan antara sains, teknologi, dan solusi terhadap permasalahan lingkungan di sekitar mereka.
Sebagai penutup, murid mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan murid mengenai konsep zero waste, peran mikroba, Black Soldier Fly, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan sampah organik.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di SMP Labschool Jakarta. Melalui pengalaman belajar yang autentik dan kontekstual, murid diajak memahami keterkaitan antara konsep sains dengan permasalahan lingkungan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti peran Black Soldier Fly sebagai salah satu komponen biotik dalam ekosistem yang berfungsi sebagai pengurai, sehingga membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik dan mendukung siklus materi di alam. Pemanfaatan BSF dalam pengelolaan sampah organik sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang mendorong pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali sumber daya secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara FMIPA UNJ dan SMP Labschool Jakarta, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi yang lebih peduli lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan pendidikan, inovasi teknologi, dan kepedulian lingkungan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)






