• dekanfmipa@unj.ac.id
  • (021) 4894909

Hari Pertama ICCAI 2026 Berlangsung Sukses, Satukan Akademisi dan Industri dalam Penguatan Riset Kimia Analitik dan Instrumentasi

Tangerang, 15 April 2026 — Indonesian Conference on Chemical Analysis and Instrumentation (ICCAI) 2026 hari pertama sukses diselenggarakan pada Rabu (15/4) di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi industri untuk bertukar pengetahuan serta memperkuat kolaborasi di bidang kimia analitik dan instrumentasi. Dalam pelaksanaannya, Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berperan sebagai tuan rumah (host) yang mengoordinasikan jalannya konferensi ini, sekaligus menegaskan kontribusi aktif dalam pengembangan sains dan teknologi di Indonesia.

Rangkaian acara hari pertama dimulai dari registrasi, pembukaan, hingga sesi keynote speaker. Wakil Dekan II FMIPA UNJ, Dr. Afrizal, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya ICCAI 2026. Ketua Himpunan Kimia Indonesia (HKI), Prof. Adi Darmawan, S.Si., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa instrumentasi dan analisis kimia memiliki peran penting dalam perkembangan sains lintas disiplin, mulai dari kimia, fisika, biologi hingga geologi. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan insight dan enlightenment dalam menjawab tantangan global.

Kegiatan ini turut dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, yang secara singkat menyoroti peran pemerintah dalam mendukung pengembangan riset, pendidikan, serta pemanfaatan teknologi, khususnya pada bidang kimia analitik dan instrumentasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Sesi keynote lainnya menghadirkan Mardiana Saaid, M.Sc., Ph.D. dari Universiti Sains Malaysia yang membahas pemanfaatan advanced analytical platforms dan kemometrika dalam mengungkap karakteristik kimia stingless bee honey, sebagai bagian dari upaya autentikasi produk dan keberlanjutan.

Memasuki sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan poster session dan parallel sessions yang berlangsung dinamis. Berbagai pembicara undangan turut memperkaya diskusi ilmiah dalam forum ini. Dr. David Yudianto, S.T.P., M.Sc. memaparkan pemanfaatan teknologi plasma berbasis ozon untuk peningkatan kualitas pascapanen dan pengolahan pangan, sementara Dr. Muhammad Yudhistira Aziz, M.Si. mengulas analisis pencemaran logam berat, senyawa PAH, dan mikroplastik di wilayah pesisir Indramayu. Kontribusi internasional hadir melalui Assoc. Prof. Dr. Noor Hana Hanif Abu Bakar yang menjelaskan pendekatan inovatif dalam depolimerisasi karet alam berbasis metal-clay yang ramah lingkungan. Sementara itu, Dr. Mas Ayu Elita Hafizah menyoroti pemanfaatan limbah cangkang inti sawit sebagai material karbon untuk remediasi limbah logam berat. Di sisi lain, Dr. Irwanto, M.Pd. mengangkat pemanfaatan teknologi imersif dalam pembelajaran kimia untuk meningkatkan pengalaman belajar, dan Dr. Rudi Heryanto, S.Si., M.Si. membahas pendekatan analisis multivariat dalam mengekstraksi informasi dari data analitik yang kompleks.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan apresiasi dari Dekan FMIPA UNJ, Prof. Hadi Nasbey, yang berharap ICCAI 2026 dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi perkembangan sains, baik di ranah akademik maupun industri. Sebagai forum ilmiah nasional, ICCAI terus menunjukkan pertumbuhan signifikan melalui kolaborasi berkelanjutan dan komitmen terhadap keunggulan ilmiah. Mengusung tema “Enhancing Scientific Research and Education in Chemistry Through Technology and Analytical Instrumentation Towards a Sustainable Future”, ICCAI 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring serta kontribusi ilmu kimia bagi masa depan yang berkelanjutan.