Tangerang, 15 April 2026 — Kegiatan Indonesian Conference on Chemical Analysis and Instrumentation (ICCAI) 2026 resmi dibuka pada Rabu (15/4) di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tampil sebagai tuan rumah (host) dalam penyelenggaraan konferensi internasional bergengsi ini, menegaskan peran strategis UNJ dalam mendorong kolaborasi ilmiah di bidang kimia analitik dan instrumentasi. Acara ini menghadirkan Prof. Yassierli, Ph.D., selaku Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai salah satu keynote speaker dalam kegiatan ini.


Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, Prof. Yassierli menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung pengembangan riset, pendidikan, serta pemanfaatan teknologi, khususnya pada bidang kimia analitik dan instrumentasi. Menurutnya, bidang ini memiliki kontribusi strategis dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan harapan agar tenaga kerja di bidang kimia dapat semakin terserap di dunia industri dalam negeri. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan besar yang dihadapi, terutama dalam menghadapi disrupsi industri. Pertama, digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang perlu dimanfaatkan untuk membuka peluang baru. Kedua, green transition yang menuntut pengembangan green chemistry guna menghasilkan produk yang berkelanjutan. Ketiga, perubahan demografi dan aging population yang menuntut adaptasi peran kimia terhadap dinamika sosial di Indonesia.


Lebih lanjut, Menteri Ketenagakerjaan menilai bahwa bidang kimia memiliki prospek cerah dalam dunia kerja. Hal ini didukung oleh berbagai program prioritas pemerintah yang sangat relevan dengan pengembangan ilmu kimia, terutama dalam meningkatkan nilai tambah (value added) dari sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Namun, ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan tenaga kerja di bidang kimia yang masih di bawah 1% per tahun menjadi tantangan tersendiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan fokus pada penyiapan sumber daya manusia melalui penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, percepatan upskilling dan reskilling, penguatan transfer pengetahuan, serta penyiapan talenta untuk peran-peran baru di masa depan.

Sebagai informasi, ICCAI merupakan forum ilmiah internasional yang berfokus pada pengembangan kimia analitik dan instrumentasi. Konsistensi kolaborasi serta komitmen terhadap keunggulan ilmiah telah mendorong pertumbuhan signifikan ICCAI, termasuk keberhasilan menjadi tuan rumah bersama Asianalysis XIV pada tahun 2018. Konferensi ini meyakini bahwa kimia analitik dan instrumentasi merupakan pilar penting dalam pembangunan nasional, yang berperan dalam kemajuan pendidikan, riset, dan industri. ICCAI 2026 mengusung tema “Enhancing Scientific Research and Education in Chemistry Through Technology and Analytical Instrumentation Towards a Sustainable Future” dan diselenggarakan pada 15–16 April 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pakar dari kalangan akademisi, peneliti, dan industri untuk bertukar pengetahuan, berbagi wawasan, serta memperkuat kolaborasi.

Konferensi ini didukung oleh berbagai institusi, di antaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Politeknik AKA Bogor, IPB University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Pertamina, Universitas Pertahanan (UNHAN), serta BRIN, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong kemajuan sains dan teknologi di Indonesia.


