KPB Nycticorax lahir pada 25 Maret 1994 atas inisiatif Paskal Sukandar. Kelompok ini menjadi tempat mahasiswa Biologi UNJ menekuni pengamatan burung dan isu konservasi.
Di sini, minat pada burung bertemu dengan latihan lapangan: mengenali jenis, mencatat perilaku, berdiskusi tentang ekologi, lalu membagikan hasil belajar kepada orang lain.
DARI PENGAMATAN KE PEMAHAMAN
Melihat lebih dekat, memahami lebih jauh.
Pengamatan di lapangan menjadi pintu masuk untuk mempelajari burung, habitatnya, dan hubungan keduanya dengan lingkungan sekitar.
01
Amati
Belajar mengenali jenis burung dan perilakunya langsung di habitat atau ruang hijau kota.
02
Catat
Melatih ketelitian melalui identifikasi, pencatatan temuan, dan pembahasan hasil pengamatan.
03
Bagikan
Membawa pengetahuan perburungan ke seminar, pemanduan, dan kegiatan edukasi.
Dalam Fun Bird Watching edisi September 2021, anggota KPB mengamati burung di Kampus A UNJ dan Kebun Raya Bogor. Mereka mencatat jenis yang dijumpai dan membandingkan temuan dari dua lokasi.
Kegiatan seperti ini membuat materi pengenalan burung terasa lebih dekat: ada habitat yang bisa diamati, suara yang bisa dikenali, dan temuan yang bisa didiskusikan.
Berikut bentuk kegiatan yang tercatat dalam profil KPB. Pelaksanaan dan jadwalnya dapat berubah pada setiap periode.
01
Pengamatan Burung
Mengamati burung di kampus, ruang terbuka hijau, dan lokasi lain untuk mengenali jenis serta habitatnya.
02
Seminar Perburungan
Membahas riset burung, burung air, dan migrasi elang bersama narasumber.
03
Guiding Birdwatching
Mendampingi peserta belajar mengamati burung dengan cara yang tidak mengganggu satwa.
04
Kompetisi Birdwatching
Mengasah identifikasi dan kerja tim melalui ajang pengamatan burung.
05
Ekspedisi
Belajar dari bentang alam yang berbeda, termasuk ekspedisi Way Kambas yang tercatat dalam arsip KPB.
CATATAN LAPANGAN / FEBRUARI 2026
Mencatat burung air di pesisir Jakarta.
Anggota KPB Nycticorax ikut dalam pengamatan burung air di kawasan Muara Angke bersama komunitas pengamat lainnya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ruang hidup burung di kota perlu terus dicatat dan diperhatikan.