Sebagai bagian dari komitmen institusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan dan pengembangan teknologi berkelanjutan, Rumpun Kimia Universitas Negeri Jakarta telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan pada 3 Juli 2025, bertempat di Kampus Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menggandeng Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kementerian Agama RI, dan diikuti oleh 20 guru kimia dari berbagai sekolah negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademik dalam mendukung peningkatan kapasitas guru dan pendidikan kimia, serta mendekatkan inovasi riset kampus kepada masyarakat, khususnya kalangan pendidik. Fokus utama kegiatan adalah pelatihan dan demonstrasi pembuatan model sel bahan bakar hidrogen berbasis membran polimer (Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell/PEMFC) sebagai media pembelajaran inovatif. Dalam kegiatan ini, para guru diperkenalkan secara teoritis dan praktis tentang konsep dasar teknologi PEMFC. Melalui pendekatan ilmiah dan praktikal ini, tim dosen Rumpun Kimia memperkenalkan prinsip kerja sel bahan bakar berbasis hidrogen, mulai dari mekanisme elektrokimia, pemilihan material elektrode dan membran, hingga implementasi model eksperimen sederhana yang dapat direplikasi dalam pembelajaran kimia tingkat SMA/MA.

Metode yang digunakan menekankan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dan Project-Based Learning (PjBL) untuk mendukung kurikulum merdeka yang berbasis pada literasi sains dan keterampilan abad 21 yang kontekstual dan relevan dengan isu global. Kegiatan meliputi pemaparan materi dan video demo alat yang disampaikan langsung oleh Dr. Afrizal dan tim kelompok pengabdian, dilanjutkan dengan forum group discussion dari peserta untuk menyampaikan ide dan gagasannya secara langsung. Para peserta secara aktif mempresentasikan hasil idenya dan menyampaikan dalam bentuk poster. Selain itu, para peserta yang diwakilkan oleh ketua MGMP Kimia, Ibu Laurensia, S.Pd., M.Pd., sangat berharap agar hasil pengabdian ini dapat berlanjut menghasilkan dan memperbanyak science kit yang kemudian dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di masing-masing sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kapasitas guru, tetapi juga secara langsung merupakan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Memberikan pelatihan ilmiah berbasis teknologi energi baru terbarukan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyampaikan pembelajaran kimia yang kontekstual dan aplikatif.
- SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau: Meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai pentingnya transisi energi menuju sumber yang bersih, efisien, dan rendah emisi karbon.
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim: Mendorong edukasi mitigasi perubahan iklim melalui integrasi topik energi terbarukan dalam pembelajaran kimia di tingkat pendidikan menengah.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjembatani sinergi antara dunia akademik dan dunia pendidikan menengah dalam mendorong pengembangan sains dan teknologi yang berbasis keberlanjutan (sustainability-driven innovation). Hal ini dapat memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang adaptif terhadap tantangan global dan mendukung terciptanya generasi yang melek sains serta berwawasan lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam mendorong pendidikan kimia yang lebih aplikatif dan berkelanjutan, serta mencetak generasi muda yang sadar energi dan peduli lingkungan.


