Science Fair with Students with Disabilities: Rumpun Kimia UNJ Wujudkan Pendidikan Sains yang Inklusif dan Berkeadilan

Sabtu, 27 September 2025 — Program Studi S2 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan kegiatan Science Fair with Students with Disabilities secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 10.00–12.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Jeongho Cha dari Daegu University, Republic of Korea, dan diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas mahasiswa S2, alumni, dosen, serta guru.

Kegiatan ini memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta, khususnya bagi siswa dengan berbagai kebutuhan khusus yang turut ambil bagian dalam ajang sains inklusif ini. Melalui Science Fair with Students with Disabilities, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi, berkreasi, serta menampilkan hasil karya ilmiah mereka dalam suasana yang suportif, kolaboratif, dan menghargai keberagaman.

Prof. Jeongho Cha dalam paparannya menekankan pentingnya menyediakan ruang pembelajaran sains yang ramah dan adaptif bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Pendekatan inklusif dalam pendidikan sains, menurutnya, tidak hanya memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, dan semangat belajar di kalangan siswa dengan kebutuhan khusus.

Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran komunitas pendidikan terhadap pentingnya mewujudkan pendidikan sains yang inklusif, di mana setiap individu memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui kolaborasi antara pendidik, mahasiswa, dan sekolah luar biasa, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kesetaraan dalam pendidikan.

Science Fair with Students with Disabilities menjadi langkah nyata Rumpun Kimia UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities). Kegiatan ini menegaskan komitmen UNJ untuk terus mendorong transformasi pendidikan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada penghargaan terhadap keberagaman dalam dunia sains.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *