Guest Lecture Series: Antibiotik Berbasis Peptida dan Arah Baru Penemuan Obat

Selasa, 17 Juni 2025 – Program Studi Kimia FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan seri kedua “Guest Lecture” dengan topik  “Antibiotik Berbasis Peptida: Arah Baru Penemuan Obat”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Rani Maharani, M.Si., Ph.D., Guru Besar bidang Ilmu Kimia Organik FMIPA Universitas Padjajaran sekaligus Ketua Umum Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia (HKBAI), sebagai narasumber utama. Perkuliahan tamu ini menyoroti potensi besar peptida sebagai kandidat obat antimikroba (AMPs) yang efektif melawan berbagai patogen, virus, dan jamur, menunjukkan spektrum aktivitas yang luas. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh dosen dan mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2021, 2022, dan 2023.

Dalam pemaparan materi, Prof. Rani menjelaskan keunggulan signifikan antibiotik berbasis peptida. Keunggulan tersebut meliputi spektrum aktivitas yang luas, tingkat resistensi yang rendah, efikasi tinggi terhadap patogen multi-resisten, efek sinergis dengan antibiotik konvensional, toksisitas yang rendah, serta kemudahan dalam disintesis dan dimodifikasi. Sifat alami peptida sebagai bagian dari kekebalan bawaan pada inang (hewan, tumbuhan, bakteri, fungi) menjadikannya solusi menjanjikan di tengah tantangan resistensi antibiotik global. Dalam sesi tanya jawab yang interaktif dibuka pula diskusi mencakup strategi optimasi peptida untuk mengatasi metabolisme yang cepat serta modifikasi kimia untuk meningkatkan aktivitas biologisnya, seperti penggantian asam amino dan pembuatan analog-analog asam amino non-natural. Mahasiswa diajak untuk memahami lebih dalam tentang peran krusial kimia dalam mengatasi tantangan kesehatan global, khususnya dalam memerangi resistensi antimikroba melalui pengembangan agen terapeutik inovatif seperti peptida.

Penyelenggaraan “Guest Lecture” ini menegaskan komitmen Prodi Kimia FMIPA UNJ dalam mendukung riset dan pengembangan inovasi di bidang kimia obat. Materi yang disampaikan, termasuk klasifikasi obat berbasis ukuran molekul yang menempatkan peptida pada “sweet spot” antara molekul kecil dan biofarmasetikal, serta mekanisme kerja AMP linear dan siklik, memberikan wawasan mendalam bagi para peserta. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Kimia UNJ semakin termotivasi untuk mengembangkan riset-riset inovatif serta pemahaman mengenai pentingnya antibiotik berbasis peptida akan mendorong lebih banyak penelitian dan pengembangan menuju penemuan obat-obatan baru yang lebih efektif dan aman bagi masyarakat.

Similar Posts