
Jakarta – Program Studi Magister (S2) Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar workshop strategis bertajuk penyusunan dan pengembangan kurikulum prodi. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026 ini dihadiri oleh seluruh dosen S2 Pendidikan Fisika UNJ.
Workshop yang dimulai pukul 10.30 WIB hingga 15.00 WIB tersebut bertempat di Ruang Sidang 1, Gedung H.A. (GHA) Lantai 6. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang kurikulum dan pendidikan sains, yaitu Dr. Meiliasari.
Dalam sambutannya, ketua pelaksana workshop menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah penting untuk memastikan kurikulum S2 Pendidikan Fisika tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja, khususnya di era digital dan pasca pandemi.
“Sesuai dengan amanat kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat magister, kita perlu terus mengevaluasi capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, serta integrasi riset dan publikasi internasional ke dalam kurikulum. Workshop ini diharapkan menghasilkan rumusan kurikulum yang adaptif dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Dr. Meiliasari, memaparkan pendekatan terkini dalam desain kurikulum berbasis outcome-based education (OBE) dan integrasi keterampilan abad 21, termasuk computational thinking dan data literasi untuk pembelajaran fisika. Diskusi interaktif berlangsung dinamis, di mana para dosen prodi aktif bertukar pikiran mengenai pemetaan mata kuliah, sistem penjaminan mutu, serta strategi peningkatan akreditasi prodi.
“Kurikulum S2 Pendidikan Fisika harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai konten fisika dan pedagogi, tetapi juga kompeten sebagai peneliti yang mampu mempublikasikan karya ilmiah di jurnal terindeks internasional. Hal ini menjadi kunci daya saing prodi ke depan,” tegas Dr. Meiliasari di hadapan peserta.
Dalam workshop tersebut, Koordinator Program Studi (Koorprodi) S2 Pendidikan Fisika, Dr. rer. nat. Bambang Heru, menyampaikan paparan mendalam mengenai susunan kurikulum, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta profil lulusan yang telah disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 8. Menurutnya, penyusunan kurikulum ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi riset dan publikasi ilmiah yang menjadi syarat utama bagi lulusan jenjang magister. Dengan mengacu pada KKNI Level 8, profil lulusan S2 Pendidikan Fisika UNJ dirancang untuk mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan fisika melalui pendekatan interdisipliner, serta memimpin proses pembelajaran berbasis riset yang inovatif. Pemaparan ini menjadi landasan penting bagi para dosen dalam menyelaraskan mata kuliah dan strategi pembelajaran guna menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap tantangan global dan berdaya saing tinggi.
Para peserta workshop menyambut baik kegiatan ini. Salah satu dosen prodi mengungkapkan bahwa masukan dari narasumber sangat membantu dalam menyelaraskan rancangan mata kuliah dengan perkembangan sains mutakhir. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 4,5 jam ini ditutup dengan penyusunan rekomendasi perubahan kurikulum yang akan dibawa ke rapat senat fakultas selanjutnya.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Prodi S2 Pendidikan Fisika UNJ optimistis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring akademik nasional melalui implementasi kurikulum yang responsif dan berorientasi pada capaian lulusan yang unggul.