Lima Dosen Kimia FMIPA UNJ Raih Pendanaan Prestisius EQUITY 2025
Jakarta — Lima dosen dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), berhasil meraih pendanaan kompetitif dalam Program EQUITY 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi Prodi Kimia FMIPA UNJ sebagai pusat penelitian yang aktif dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di tingkat nasional.
Kelima dosen tersebut masing-masing memenangkan pendanaan melalui skema yang berbeda, dengan tema penelitian yang relevan terhadap isu-isu strategis seperti kesehatan, energi terbarukan, dan pengembangan material maju.
1.Dr. Hanhan Dianhar, S.Si., M.Si.
Pengembangan Platform Theranostic Berbasis Metal-Organic Framework untuk Terapi Fotodinamik Kanker
Dr. Hanhan Dianhar memperoleh pendanaan melalui Skema Riset Kolaborasi Indonesia EQUITY A2 (MITRA). Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan evaluasi biomedis Metal-Organic Frameworks (MOFs) sebagai platform theranostic, yaitu material yang dapat digunakan secara simultan untuk diagnosis sekaligus terapi.
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan kandidat material baru yang efektif untuk terapi fotodinamik kanker, salah satu metode terapi modern yang semakin diminati karena minim efek samping.
2. Dr. Fera Kurniadewi, M.Si.
Eksplorasi Biflavonoid Novel dari Garcinia sebagai Inhibitor Tirosin Kinase
Melalui Skema Profesor & Doktor, Dr. Fera Kurniadewi meneliti potensi senyawa bioaktif dari tumbuhan Garcinia. Fokus risetnya adalah isolasi serta karakterisasi biflavonoid baru yang memiliki aktivitas inhibitor tirosin kinase, enzim yang berperan besar dalam perkembangan kanker paru-paru dan kanker payudara.
Penelitian ini membuka peluang penemuan obat kanker berbasis bahan alam Indonesia, sekaligus memperkaya khazanah bahan obat hasil eksplorasi biodiversitas lokal.
3. Dr. Irma Ratna Kartika, M.Sc.Tech.
Pemanfaatan Material MXene Dua Dimensi untuk Biosensor Elektronik
Juga melalui Skema Riset Kolaborasi Indonesia (MITRA), Dr. Irma Ratna Kartika mengangkat riset terkait aplikasi material MXene, yaitu kelompok material dua dimensi berbasis karbida/nitrida logam transisi yang memiliki konduktivitas tinggi dan stabilitas kimia yang baik.
Penelitiannya difokuskan pada pengembangan biosensor elektronik yang lebih sensitif dan selektif, mendukung kemajuan teknologi diagnostik cepat dan presisi di bidang kesehatan maupun lingkungan.
4.Prof. Dr. Setia Budi, S.Si., M.Sc.
Nanostruktur Plasmonic-Enhanced Au–CuO untuk Konversi Energi Bersih
Prof. Setia Budi meraih pendanaan melalui Skema Match Making Research Interest, dengan riset yang berorientasi pada energi terbarukan.
Beliau meneliti pengembangan nanostruktur Plasmonic-Enhanced Au–CuO, material yang dapat meningkatkan efisiensi proses pemisahan air (water splitting) untuk menghasilkan hidrogen sebagai sumber energi bersih.
Riset ini memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi energi ramah lingkungan yang menjadi fokus global saat ini.
5. Dr. Neneng Tresna Umi Culsum, M.Si.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang sebagai Bahan Baku Katalis Energi
Melalui Skema Profesor & Doktor, Dr. Neneng Tresna meneliti pemanfaatan limbah cangkang kerang—yang kaya kalsium karbonat—untuk pengembangan material katalis.
Pendekatan ini tidak hanya mengolah limbah menjadi bahan bernilai tinggi, tetapi juga menghadirkan inovasi katalis yang dapat mendukung proses konversi energi ramah lingkungan.
Penelitian ini sejalan dengan isu keberlanjutan dan pengurangan limbah, sekaligus mendukung kebutuhan katalis murah namun efektif.
6.Dr. Meyliana Wulandari, S.Si. M.Si.
Sintesis berkelanjutan rapid test kit-formalin menggunakan Molecularly Imprinted Polymers-Leuco Fuchsin
Kontribusi penting Dr. Meyliana dalam pengembangan alat deteksi cepat melalui skema international research network, Dr. Meyliana Wulandari fokus pada penelitian inovatif mengenai “Sintesis berkelanjutan rapid test kit-formalin menggunakan Molecularly Imprinted Polymers-Leuco Fuchsine.”
Pendekatan ini sangat krusial dalam menyediakan solusi praktis dan cepat untuk deteksi formalin, bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan. Riset Dr. Meyliana tidak hanya berupaya menciptakan alat uji yang sensitif dan akurat, tetapi juga menekankan pada proses sintesis yang berkelanjutan (sustainable).
Keberhasilan proyek ini akan mendukung keamanan pangan masyarakat serta memperkuat posisi FMIPA UNJ dalam jaringan riset internasional di bidang kimia analitik dan pengembangan smart material untuk kepentingan publik.
Kontribusi Penting Prodi Kimia FMIPA UNJ
Dekan FMIPA UNJ menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa kelima dosen Kimia tersebut. Keberhasilan ini menandakan semakin kuatnya kontribusi Prodi Kimia UNJ dalam menghasilkan penelitian yang:
- relevan dengan isu ilmu pengetahuan terkini,
- memiliki potensi aplikasi luas,
- berorientasi solusi terhadap permasalahan real,
- serta membuka peluang kolaborasi internasional.
FMIPA UNJ berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas riset dan inovasi.
