Tim Mahasiswa UNJ Raih Penghargaan Best Application dan Bronze Medal pada BIOS 2025


Tim kolaborasi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil meraih dua penghargaan pada ajang BIOS 2025 (Bioinformatics and Synthetic Biology Competition 2025), sebuah kompetisi bergengsi di bidang bioinformatika dan biologi sintetis yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas nasional. Pada tahun ini, tim UNJ dan mitra berpartisipasi dengan inovasi yang menggabungkan pendekatan biologi molekuler dengan teknologi Internet of Things (IoT).
Tim ini diketuai oleh Dini Nurrahmawati (Pendidikan Biologi UNJ) dengan anggota: Azaria Dian K. (Biologi UGM), M. Fikri Ardya Saputra (Pendidikan Teknik Elektro UNJ), Handrian Wibisono (Ilmu Komputer FMIPA UNJ), dan Fathan Arswida (Pendidikan Biologi UNJ).
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul:
“Pengembangan Platform Biosensor Timbal Terintegrasi IoT serta Berbasis Desain Sirkuit Genetik pbrR dengan Imobilisasi Enzim Epimerase dalam Matriks Alginat.”
Karya ini mengembangkan sebuah platform biosensor yang mampu mendeteksi keberadaan logam berat timbal secara lebih cepat dan presisi melalui pemanfaatan sirkuit genetik pbrR. Teknologi tersebut dipadukan dengan imobilisasi enzim epimerase dalam matriks alginat untuk meningkatkan stabilitas biosensor, sekaligus diintegrasikan dengan sistem IoT sehingga hasil deteksi dapat dipantau secara real-time. Inovasi ini dinilai unggul karena menawarkan solusi terjangkau, aplikatif, dan relevan untuk isu pencemaran lingkungan.
Atas inovasi tersebut, tim berhasil meraih dua penghargaan, yaitu:
Best Application
Bronze Medal

Dini Nurrahmawati, selaku ketua tim, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi melalui riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi lintas keilmuan sangat membantu kami dalam mengembangkan desain biosensor yang lebih tepat guna,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kompetisi BIOS 2025 menawarkan ruang pembelajaran yang kaya karena mempertemukan mahasiswa dari beragam latar belakang ilmu.
“Kami belajar bahwa tantangan biologi modern tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang saja, melainkan melalui sinergi biologi, teknik, dan komputasi,” tambahnya.
Sebagai dosen pembimbing, Dr. Hanum Isfaeni, M.Si. turut mengapresiasi kerja keras tim. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi, kreativitas, dan kemauan mahasiswa untuk mengeksplorasi pendekatan baru dalam biologi modern.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNJ mampu bersaing dalam bidang bioteknologi dan sintesis biologis. Saya berharap riset ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan lebih jauh,” ungkapnya.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen UNJ dalam mendukung inovasi mahasiswa serta memperkuat kontribusi akademik di bidang sains dan teknologi.
Tim berharap pengembangan platform biosensor ini dapat dilanjutkan ke tahap uji lebih lanjut dan memiliki potensi untuk diaplikasikan dalam monitoring kualitas lingkungan.
Related Posts
Visiting Lecturer Series – Analysis of Female Specific Wing Retraction in Winter Moth Nyssiodes lefuarius
November, 2024 |The Visiting Lecturer Series has come to a…
Kuliah Umum Biologi: Literasi Biologi Campbell
Pendidikan Biologi, UNJ, Jakarta - Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri…
Community Service Activities in Collaborate with SIRH School, Johor Bahru and Universiti Teknologi Malaysia (UTM)
The Biology Education Program at FMIPA UNJ is on a…
