Jakarta – Program Studi S2 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan MGMP Matematika MA Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru MA dalam Menghitung Validitas Soal Matematika Jenis Pilihan Ganda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas asesmen pembelajaran matematika di madrasah melalui penguatan pemahaman guru terhadap teknik analisis instrumen penilaian, khususnya validitas soal.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Pinta Deniyanti Sampoerno, M.Si., dosen tetap FMIPA UNJ yang memiliki kepakaran dalam bidang evaluasi pendidikan dan pengukuran hasil belajar. Tim ini dipimpin oleh Dr. Pinta Deniyanti Sampoerno, M.Si. yang bekerja sama dengan Dr. Ellis Salsabila, M.Si., serta didukung oleh dua mahasiswa dari Program Magister Pendidikan Matematika.
Sebanyak 25 guru matematika MA dari berbagai wilayah di Daerah Khusus Jakarta berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Para peserta dibimbing untuk memahami konsep validitas isi, validitas konstruk, dan validitas empiris, dengan fokus pada validitas empiris melalui analisis korelasi antara skor butir soal dan skor total.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan secara luring pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Gedung Dewi Sartika, Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Lantai 6, Ruang 607. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Madrasah Aliyah (MA) dalam menganalisis kualitas soal pilihan ganda matematika melalui perhitungan validitas, efektivitas pengecoh, dan tingkat kesukaran soal. Materi mencakup pemahaman tentang struktur soal, pengolahan data hasil tes siswa, serta teknik menghitung validitas menggunakan Korelasi Product Moment dan Koefisien Korelasi Biserial. Pengecoh dikatakan berfungsi jika dipilih oleh minimal 5% siswa dan lebih banyak dipilih oleh siswa kurang pandai, sementara tingkat kesukaran dihitung dari proporsi siswa yang menjawab benar. Peserta juga diberi tugas untuk menganalisis soal-soal berdasarkan data aktual, sehingga mampu menerapkan teori dalam praktik pembelajaran.
Melalui simulasi dan diskusi kelompok, peserta diajak mengidentifikasi karakteristik soal yang valid dan tidak valid berdasarkan data uji coba soal yang telah disiapkan. Mereka juga dilatih untuk menyusun laporan hasil analisis validitas yang dapat digunakan sebagai dasar revisi soal sebelum digunakan dalam ujian sesungguhnya.
Sesi kedua akan dilaksanakan secara daring pada Kamis, 17 Juli 2025, dengan fokus pada review rancangan soal peserta serta pendampingan dalam menginterpretasikan hasil analisis validitas. Sesi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman berkelanjutan dan mendorong guru menerapkan keterampilan ini secara mandiri di sekolah masing-masing.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru matematika MA semakin terampil dalam mengembangkan instrumen penilaian yang berkualitas dan sesuai dengan prinsip asesmen yang sahih, objektif, dan mendukung pencapaian kompetensi siswa secara optimal.