



Jakarta, Humas Pendidikan Fisika — Rumpun Fisika Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) yang terdiri dari Program Studi Fisika dan Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA, sukses menyelenggarakan agenda ilmiah penting: International Physics Seminar (IPS) 2025, pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 bertempat di Aula Latief, Kampus A UNJ.
Dengan mengusung tema “Physics: The Fundamentals of Sustainable Development Goals”, seminar ini menjadi wadah pertemuan ilmiah antara dosen, peneliti, mahasiswa, dan mitra industri untuk bertukar wawasan dan memperkuat kontribusi fisika terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Prof. Suyono selaku Sekretaris Universitas yang mewakili Rektor UNJ. Dalam sambutannya, Prof. Suyono menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dari Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika FMIPA UNJ. Ia menekankan bahwa kegiatan ilmiah seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan, mempertemukan para akademisi dan peneliti, serta membuka peluang kolaborasi riset yang berkelanjutan. Seminar ini juga mencerminkan arah kebijakan UNJ dalam mewujudkan universitas berkelas dunia melalui penyelenggaraan seminar internasional secara rutin di setiap fakultas.
IPS 2025 dihadiri oleh sejumlah pimpinan universitas, di antaranya Dekan FMIPA Hadi Nasbey, Dekan Fakultas Teknik Prof. Neneng Siti Silvi Ambarwati, dan Ketua LPPM Prof. Iwan Sugihartono. Turut hadir pula perwakilan senat fakultas, alumni Fisika UNJ, serta mitra sponsor dari PT Erlangga, PT Walco, dan PT Attin.
Seminar ini menghadirkan empat narasumber utama dari berbagai institusi nasional dan internasional. Prof. Aung Ko Ko Kyaw dari Southern University of Science and Technology, China, membuka sesi plenary dengan pemaparan berjudul “Success Story of 40 Years of Research in Organic Photovoltaics: From Fundamental Discoveries to Commercialization”. Selanjutnya, Prof. Supriyanto Ardjo dari Universitas Indonesia memaparkan topik mengenai “Development and Implementation of Dosimetry Audit in Radiotherapy”. Narasumber ketiga, Noorzana Khamis dari Universiti Teknologi Malaysia, membahas strategi inovatif dalam pendidikan fisika berkelanjutan. Adapun sesi terakhir diisi oleh Dr. Sparisoma Viridi dari Institut Teknologi Bandung yang mengangkat tema “From Particle to People: Exploring Complex and Sustainable Systems with Agent-based Modeling”.
Sepanjang kegiatan, suasana seminar berlangsung interaktif. Para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, mencerminkan antusiasme tinggi terhadap isu-isu yang dibahas. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang diselenggarakan di Gedung Raden Ajeng Kartini, menampilkan narasumber dari UNJ, BRIN, dan ITB, seperti Widyaningrum Indrasari, Yanoar Pribadi Sarwono, dan Fifi Fitriyah Masduki.
Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Seminar Nasional Fisika yang telah berlangsung rutin sejak 2021. Pada tahun ini, seminar tersebut berekspansi menjadi skala internasional untuk membuka ruang kolaborasi lintas negara. Ia juga menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan komitmen FMIPA UNJ dalam memposisikan fisika sebagai pilar penting dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan ilmiah.
Sebanyak 197 peserta tercatat mengikuti kegiatan seminar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135 artikel ilmiah akan dipublikasikan dalam prosiding internasional terindeks Scopus. Selain itu, 16 artikel akan diterbitkan di jurnal Spectra dan 19 artikel dalam prosiding Seminar Nasional Fisika. Menanggapi hal tersebut, Prof. Iwan Sugihartono yang juga merupakan Guru Besar Fisika FMIPA UNJ menyampaikan bahwa kontribusi ilmu fisika sangat krusial dalam berbagai aspek kehidupan modern. Melalui seminar ini, UNJ turut serta memperkuat ekosistem ilmiah nasional dan mendorong percepatan inovasi berbasis riset.
Kegiatan IPS 2025 menjadi refleksi bahwa UNJ, melalui FMIPA, terus konsisten menghadirkan ruang-ruang ilmiah yang bermutu, relevan, dan berdampak, tidak hanya bagi komunitas akademik internal, tetapi juga bagi masyarakat ilmiah nasional dan global.