| |

Empowering Science Learning through Artificial Intelligence: Kuliah Tamu bersama Prof. Chun-Yen Chang dari National Taiwan Normal University

Jakarta, 4 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kembali menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Guest Lecture bertajuk “Making AI Work in Science Education: Classroom Examples and Practices.” Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran sains, sekaligus menjembatani kolaborasi antara UNJ dengan perguruan tinggi di dunia.

Poster kuliah tamu Prof. Chun-Yen Chang

Acara ini menghadirkan narasumber utama Prof. Chun-Yen Chang, Professor of Science Education, National Taiwan Normal University (NTNU), yang dikenal sebagai pakar dalam inovasi pembelajaran sains berbasis teknologi digital. Melalui pengalamannya sebagai peneliti dan pengembang model pendidikan inovatif, Prof. Chang memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana AI dapat diintegrasikan secara strategis dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini dipandu oleh Sarina Hanifah, M.Si., dosen Pendidikan Kimia FMIPA UNJ.

Pembukaan oleh Moderator dan Koordinator Program Studi

Acara yang digelar oleh Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Kimia FMIPA UNJ ini dibuka secara resmi oleh Dr. Irma Ratna Kartika, M.Sc., selaku Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Kimia FMIPA UNJ. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi internasional yang memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas akademik sivitas akademika dalam menghadapi tantangan era digital di bidang pendidikan sains. Beliau juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilanjutkan sebagai bentuk pengayaan akademik dan perluasan jejaring global antara UNJ dengan institusi pendidikan luar negeri.

Pemaparan materi oleh Prof. Chun-Yen Chang tentang pemanfaatan AI dalam Pendidikan Sains

Dalam pemaparannya, Prof. Chun-Yen Chang menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI), khususnya Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT, memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam pendidikan sains. Di satu sisi, AI dapat meningkatkan efisiensi dan memperkaya proses belajar, namun penggunaan yang berlebihan berisiko menimbulkan “utang kognitif” (cognitive debt) — kondisi ketika aktivitas berpikir dan kemampuan mengingat siswa menurun akibat ketergantungan pada teknologi. Untuk itu, Prof. Chang menekankan pentingnya prinsip “berpikir mandiri terlebih dahulu, baru mencari dukungan AI” (self-first, support-later) agar pembelajaran tetap menumbuhkan daya kritis dan reflektif. Ia juga memperkenalkan platform AISI.tw, sebuah sistem pembelajaran yang mengintegrasikan LLM secara bertanggung jawab melalui fitur GAISSR (GenAI-driven Scaffolding for Self-Regulation), yang dirancang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti argumentasi isu sosio-ilmiah (SSI). Berdasarkan hasil penelitian, pendekatan scaffolding metakognitif terbukti lebih efektif daripada scaffolding kognitif tradisional, terutama saat menghadapi tugas kompleks. Prof. Chang menutup pemaparannya dengan menekankan perlunya pelatihan bagi pendidik agar memahami batasan, potensi, dan etika penggunaan AI sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak dan mendukung tujuan pendidikan yang lebih mendalam.

Kegiatan Guest Lecture ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNJ dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berorientasi global. Melalui kolaborasi dengan berbagai pakar dan institusi pendidikan ternama, program studi berupaya memperkaya wawasan mahasiswa terhadap dinamika inovasi di dunia pendidikan sains. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan semangat penelitian dan penerapan teknologi pembelajaran modern di kalangan dosen maupun mahasiswa. Lebih jauh lagi, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran sains yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Similar Posts