Program Studi Pendidikan Kimia dan Program Studi Magister Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Teacher Workshop “Classroom Emotional Climate and Deep Learning” pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Kegiatan yang menjadi bagian dari Hibah Pengabdian Skema Kolaboratif Internasional ini diikuti oleh 69 peserta yang terdiri atas guru, dosen, dan mahasiswa S2, baik secara luring maupun daring.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan Kimia UNJ sekaligus ketua pengusul hibah Pengabdian Skema Kolaboratif Internasional, Prof. Dr. Maria Paristiowati, M.Si., menekankan pentingnya suasana emosional kelas dalam mendorong keterlibatan mendalam mahasiswa. “Workshop ini bukan hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga menghadirkan praktik langsung yang bisa diimplementasikan oleh para pendidik. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat penerapan pembelajaran bermakna di kelas,” ujarnya. Ketua Program Studi Magister Pendidikan Kimia, Dr. Irma Ratna Kartika, M.Sc.Tech., turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta.


Workshop menghadirkan dua narasumber internasional. Prof. Rekha Koul, Ph.D., pakar Learning Environment research dari School of Education, Curtin University, membawakan materi “Transforming Learning Environments for Deep Learning Engagement”. Sementara itu, Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc., Ph.D., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Australia, menyampaikan materi “Concept and Implementation of Deep Learning”. Acara ini dipandu oleh Ella Fitriani, Ph.D. sebagai moderator, yang memastikan diskusi berjalan interaktif dan produktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi hands-on analisis instrumen maupun diskusi. Salah satu peserta menyebut kegiatan ini “sangat berguna untuk menambah insight tentang classroom emotional climate yang ternyata berkaitan erat dengan penerapan deep learning.”


Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam serta keterampilan praktis dalam menerapkan pendekatan deep learning di ruang kelas. Penerapan pendekatan tersebut menekankan pentingnya memperhatikan iklim emosional kelas (classroom emotional climate), yaitu bagaimana suasana psikologis dan interaksi sosial antara guru/dosen dan peserta didik dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran. Pada akhirnya, kuliah tamu ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih bermakna (meaningful), dijalani dengan penuh kesadaran (mindful), sekaligus menyenangkan (enjoyful), sehingga tujuan pendidikan yang holistik dapat tercapai secara optimal. Selain memperkuat kapasitas pendidik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Curtin University dalam bidang riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
